Kimia :: Penggunaan dan Sifat-sifat Alkohol dan Eter

PENGGUNAAN ALKOHOL
  • Etanol didapatkan pada minuman keras, dalam jumlah kecil menyebabkan pembuluh darah, dan tekanan darah menurun. Dalam jumlah besar menyebabkan keracunan, merusak hati dan menyebabkan kematian
  • Etanol digunakan sebagai pelarut yang baik
  • Gasohol adalah campuran etanol dengan gasoline dipakai untuk bahan bakar
  • Spirtus adalah campuran methanol + etanol + zat warna metilen blue
  • Etanol 70% dipakai untuk desinfektan
  • Methanol dikenal sebagai alkohol kayu, merupakan racun dapat mengakibatkan kebutaan, kehilangan control dan mengakibatkan kematian
  • Methanol juga sebagai pelarut dan sebagai bahan dasar pembuatan formaldehid
  • Etanol juga banyak sebagai bahan pembuat plastik, bahan peledak, kosmestik
SIFAT-SIFAT FISIK ALKOHOL

  • Alkohol mempunyai titik didih tinggi dibandingkan alkana-alkana yang jumlah atom C-nya sama
          Hal ini disebabkan antar molekul alkohol membentuk ikatan hidrogen
  • Makin banyak cabang maka titik didihnya akan semakin menurun
  • Dalam air, methanol, etanol dan propanol mudah larut, sedangkan mulai butanol hanya sedikit larut
  • Berupa cairan encer dan mudah bercampur dengan air dalam segala perbandingan
  • Mudah terbakar
  • Bentuk fasa pada suhu ruang :
    – dengan C 1 s/d 4 berupa gas atau cair
    – dengan C 5 s/d 9 berupa cairan kental seperti minyak
    – dengan C 10 atau lebih berupa zat padat

Senyawa Eter

Eter/Alkoksi Alkana



1.Rumus Umum
Eter atau alkoksi alkana adalah golongan senyawa yang mempunyai dua gugus alkyl yang terikat pada satu atom oksigen. Dengan demikian eter mempunyai rumus umum :R–O–R1dimana R dan R1adalah gugus alkil, boleh sama boleh tidak
Contoh :
CH3–CH2–O–CH2–CH3
R = R1(eter homogen)
CH3–O–CH2–CH2–CH3
R-R1(eter majemuk)
2.Penamaan Eter
Ada dua cara penamaan senyawa-senyawa eter, yaitu :
1) Menurut IUPAC, eter diberi nama sesuai nama alkananya dengan awalan “ alkoksi “ dengan ketentuan sebagai berikut :
– rantai karbon terpendek yang mengikat gugus fungsi –O– ditetapkan sebagai gugus fungsi alkoksinya.
– rantai karbon yang lebih panjang diberi nama sesuai senyawa alkananya
2) Menurut aturan trivial, penamaan eter sebagai berikut : menyebutkan nama kedua
gugus alkil yang mengapit gugus –O– kemudian diberi akiran eter.
Contoh : Tabel 5.3 TATA NAMA ETER
Rumus Struktur Eter Nama IUPAC Nama Trivial
CH3–CH2–O–CH2–CH3 Etoksi etana Dietil eter / etil etil eter
CH3–O–CH2–CH2–CH3 Metoksi propane Metil propil eter
CH3–CH2–O–CH2–CH2–CH3 Etoksi propane Etil propil eter
3. Sifat-Sifat Eter
Berbeda dengan senyawa-senyawa alkohol, eter mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
1) Titik didih rendah sehingga mudah menguap
2) Sulit larut dalam air, karena kepolarannya rendah
3) Sebagai pelarut yang baik senyawa-senyawa organik yang tak larut dalam air
4) Mudah terbakar
5) Pada umumnya bersifat racun
6) Bersifat anastetik (membius)
7) Eter sukar bereaksi, kecuali dengan asam halida kuat (HI dan H Br)
4. Kegunaan Eter
Senyawa-senyawa eter yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari antara
lain :
1) Dietil eter (etoksi etana) biasanya digunakan sebagai pelarut senyawa-senyawa organik.
Selain itu dietil eter banyak digunakan sebagai zat arestesi (obat bius) di rumah sakit.
2) MTBE (Metil Tertier Butil Eter),Senyawa eter ini digunakan untuk menaikan angka oktan besin menggantikan kedudukan TEL / TML, sehingga diperoleh bensin yang ramah lingkungan. Sebab tidak menghasilkan debu timbal (Pb2+) seperti bila digunakan TEL / TML

  1. Membedakan Alkohol dengan Eter
Alkohol dan eter dapat dibedakan berdasarkan rekasinya dengan logam natrium dan fosforus pentaklorida.
  • Alkohol bereaksi dengan logam natrium membebaskan hidrogen, sedangkan eter tidak bereaksi.
  • Alkohol bereaksi dengan PCl5 menghasilkan gas HCl, sedangkan eter bereaksi tetapi tidak menghasilkan HCl.

Komentar

Postingan Populer